sales hukum


picture (banggaber)

Halo dan halo para manusia, bagaimana kabar kalian? Sehat atau sakit, mungkin juga tengah di landa susah seperti ku. Sebuah fiksi dari hasil bisikan jin akan kami berikan, mungkin kalian akan senang atau tidak saya gak perduli. Baik jangan sampai kalian kurang kewarasan atas apa yang kami persembahkan.


Lika-liku hidup seseorang adalah sebuah perjalanan unik dan menarik. Banyak kisah yang mewarnai kehidupan selama masih bernyawa. Kisah sedih dalam hidup mungkin gambar abstrak yang sulit di pahami dalam lukisan kehidupan, walau sulit di pahami ada nilai tersendiri yang berarti dan juga berharga bagi bekal menuju mati. Saksikan dan lihat apa yang kami beri, tapi ingat jangan mencaci.


Sore dengan pemandangan matahari memang indah, bagi anak senja yang seolah menasbihkan diri menjadi penikmat senja. Sore bagi Asman adalah ketika iya harus mulai keluar dari gubuk yang hampir runtuh yang iya sewa. Sepeda tua teman setia, yang berkarat dan suara berdecit, selalu siap siaga mengantarkan iya menjemput rezeki. Menata setiap barang yang akan iya jajakan di atas punggung sepeda tua, harapan selalu di lantunkan manakala iya mulai menggowes berat sepeda itu, dengan kaki rapuh dan asam urat yang di derita Asman, seolah iya merasakan tengah membonceng gunung berapi, berat dan pegal memang menjadi musuh yang enggan meninggalkan.



Tiba di trotoar tempat berdagan, menata setiap barang dan merapihkan, berharap ada manusia yang kecanduan kafein untuk membeli kopi yang iya jajakan. Lalu lalang manusia berlomba dengan waktu ingin cepat sampai rumah, menjadi film sinetron yang iya senang untuk di tonton. Karena di setiap lalu lalang manusia dengan kendaraan mewah maupun biasa selalu ada adegan yang membuat iya tertawa maupun menangis. Misalnya saja pada suatu hari yang lalu, iya melihat orang kaya dengan mobil mewah terburu-buru membawa kendaraannya dengan cepat, lalu di lampu merah perempatan jalan iya menerobos lampu merah menabrak penegendara lain. Sang pengendara kendaraan mewah kaget, korban yang iya tabrak malah melebihi kaget, lantas pengendara lain segera membawa korban ketepian jalan. Datang petugas kepolisian menanyakan kejadian, pengendara kendaraan mewah, dengan muka datar, berkata  biar korban di bawa kerumah sakit lalu memberi nomor telpon kepada korban dan mengatakan bahwa iya tengah memburu waktu. lalu pergi seolah tidak mempunyai salah, iya hanya berpesan agar menelpon untuk biaiya pengobatan.


Korban tidak terima dan mempunyai niatan untuk membawa masalahnya ke jalur hukum, laporan kepada pihak berwajib iya layangkan, petugas menerima dan siap mengusut tuntas. Selang berapa hari korban penabrakan di pangil ke kantor pihak berwajib, iya melihat juga pengendara kendaraan mewah hadir di sana, akhirnya mereka membahas tentang kejadian kecelakaan. Setelah kejadian berlalu, tukang parkir perempatan yang menjadi saksi, memberikan sebuah informasi kepada asman tentang tempo hari kecelakaan di perempatan jalan, iya berkata, bahwa saat iya di mintai menjadi saksi oleh korban dan datang ke kantor petugas yang berwajib untuk memberi keterangan. Iya mendengar percakapan pelaku penabrakan dengan korban, pelaku membujuk korban untuk mencabut tuntutan dan di imingi beberapa nilai uang agar masalah ini tidak sampai ke persidagan, namun korban enggan dengan tawaran pelaku.


Tukang parkir itu mendengar percakapan tawaran pelaku kepada korban, dengan sedikit desakan dari pihak berwajib pula, yang memaksa korban menerima tawaran pelaku, dan di takut-takuti jika iya tidak menerima itu tawaran pelaku dan terus melanjutkan tuntunan sampai ke pengadilan, bahwa korban akan mengeluarkan banyak uang agar tuntutannya bisa di proses. Korban mempertanyakan biaya apa yang harus di keluarkan agar tuntutannya dapat sampai ke pengadilan. Pihak berwenang menjelaskan dengan sesuatu yang di ada-ada, karena korban tidak mengerti hukum dan hak nya di tambah rasa takut untuk mengeluarkan uang, maka korban memilih menerima tawaran pelaku untuk mencabut tuntutan dan menyelesaikan kasus dengan uang.



Lalu setelah asman mendengar informasi dari tukang parkir itu iya mempunyai pikiran, bahwa hukum bisa di tukar dengan uang. Bahkan Asman mempunyai pikiran gila, iya akan mengumpulkan uang untuk memukuli pria yang telah membawa kabur istrinya, dan iya berpikir jika pria itu melaporkan kepada pihak yang berwajib iya akan menyediakan uang yang telah iya siapkan dari hasil menjajakan kopi di pinggir trotoar, ternyata uang bisa juga di gunakan untuk menyelamatkan kehidupan dari dingin bui pikirnya.


Memang ini sebuah artikel fiksi, namun kenyataan hukum bisa di bayar dengan uang memang kerap terjadi dalam penegakan keadilan, memang tidak semua hukuman atas tindakan dapat di bayar dengan uang, tapi menjelaskan bahwa hukum kita masih menjadi suatu komodita yang bisa di jual belikan. Walau hukum hakikatnya bukan untuk di perjualkan, namun beberapa mereka yang bertugas menegakan keadilan, sering membungkus hukum untuk di perjual belikan.


Sekian hal yang tidak bermanfaat yang bisa sampaikan, ingat, jangan mengambil pelajaran dari apa yang kami buat karena tidak menguntungkan. Jangan laporkan saya tolong ini hanya sebuah isi kepala saya yang meronta untuk di jadikan sesuatu yang tidak bermanfaat. Jangan sampai lupa, TETAP BERNAFAS.

إرسال تعليق

2 تعليقات